Jumat, 09 Agustus 2024

TEMA HUT GGBI KE-53


Tema HUT-53 GGBI:

"Selalu Ada Terobosan Bagi Kita Di Dalam Kristus"

2 Korintus 4:8-9

Tema "Selalu Ada Terobosan" yang diusung oleh Gabungan Gereja-Gereja Baptis Indonesia (GGBI) dalam peringatan HUT ke-53 yang mencerminkan keyakinan bahwa dalam setiap tantangan dan kesulitan, selalu ada jalan keluar dan kemajuan yang bisa dicapai melalui iman dan usaha yang sungguh-sungguh. Berikut adalah beberapa aspek yang bisa dijadikan landasan pemahaman dari tema ini:

1. Iman dan Keyakinan

· Dasar Iman: Keyakinan bahwa Tuhan selalu menyediakan jalan bagi mereka yang percaya dan berusaha keras. Ayat seperti Filipi 4:13 ("Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku") sering dijadikan landasan bahwa dengan iman, tidak ada hal yang mustahil.

· Keyakinan Akan Pertolongan Tuhan: Pemahaman bahwa dalam setiap situasi, Tuhan memiliki rencana dan akan memberikan jalan keluar, sebagaimana tertuang dalam Yeremia 29:11 ("Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan").

2. Kerja Keras dan Usaha

· Kerja Keras: Terobosan sering kali dicapai melalui kerja keras dan ketekunan. Alkitab mengajarkan pentingnya bekerja dengan tekun seperti dalam Kolose 3:23 ("Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia").

· Usaha Tanpa Kenal Lelah: Keberhasilan dan kemajuan sering datang kepada mereka yang tidak pernah menyerah, sebagaimana diilustrasikan dalam Galatia 6:9 ("Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah").

3. Inovasi dan Kreativitas

· Inovasi dalam Pelayanan: Tema ini juga bisa diartikan sebagai dorongan untuk mencari cara-cara baru dalam pelayanan gereja dan penginjilan. Gereja didorong untuk tidak hanya mengikuti cara-cara tradisional tetapi juga terbuka terhadap perubahan dan inovasi yang sesuai dengan konteks zaman.

· Kreativitas dalam Menghadapi Tantangan: Dalam menghadapi tantangan modern, gereja dan jemaat ditantang untuk berpikir kreatif dan mencari solusi yang inovatif. Ini sejalan dengan prinsip dalam Amsal 16:3 ("Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu").

4. Kesatuan dan Kolaborasi

· Kerjasama Antar Jemaat: Terobosan besar sering kali dicapai melalui kerjasama yang erat antara anggota jemaat dan gereja-gereja. Sebagaimana tubuh Kristus memiliki banyak anggota dengan fungsi berbeda namun bekerja sama, demikian pula gereja harus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

· Dukungan dan Solidaritas: Memberikan dukungan satu sama lain dalam jemaat sangat penting untuk mencapai terobosan. Ketika satu anggota menderita, yang lain turut membantu, sebagaimana dalam 1 Korintus 12:26 ("Jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita").

 Kesimpulan

Tema "Selalu Ada Terobosan" dari GGBI mengajak jemaat untuk memiliki iman yang kuat, bekerja keras, berpikir inovatif, dan bekerja sama dalam menghadapi setiap tantangan. Melalui keyakinan akan penyertaan Tuhan dan usaha yang sungguh-sungguh, setiap hambatan bisa diatasi dan terobosan baru bisa dicapai.




 

Selasa, 22 Februari 2022

Amanat Agung Tuhan Yesus

AMANAT AGUNG Matius 28:16-20; Kisah Para Rasul 1:8
Tugas dan panggilan gereja yang paling urgen adalah pemberitaan Injil (Yun. kerusso dan atau marturia). Yesus menyadari bahwa Amanat ini selain mendesak, juga berisiko tinggi. Musuh kita dalam tugas penginjillan adalah iblis; karena itu kita tidak dapat berhasil melakukan tugas Amanat Agung tanpa amunisi/senjata. Berdasarkan teks di atas, ada beberapa amunisi yang siapkan Tuhan Yesus bagi murid-Nya dalam penginjilan: 1. Kuasa. Kata kuasa dalam 28:18 (Yun. exousia) berarti: Wewenang, otoritas, dan perintah tertinggi (the power of authority (influence) and of right). Kata exousia berbeda dengan kuasa dalam Kisah Para Rasul 1:8 (Yun. dunamis) berarti kekuatan supranatural, kemampuan (strength power, ability) Kalau perhatikan Lukas 10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Kata kuasa (warna hitam) adalah exousia dan kuasa (warna ungu) adalah dunamis. Dapat dimengerti bahwa Tuhan Yesus yang memberi perintah, otoritas untuk menjalankan penginjilan, namun dalam perjalanan atau dalam proses pelayanan ada ular, ada kalajengking ada kekuatan musuh yang berusaha untuk menghambat maka Tuhan sudah perlengkapi kita dengan kuasa (dunamis) sehingga semua tantangan tersebut tidak membahayakan kita. Heleluyah. Jadi kedua kuasa ini bersumber dari Tuhan. Namun dunamis akan melekat pada orang percaya sebagai amunisi dalam melakukan amanan Agung yang telah didaulat oleh Tuhan Yesus melalui (exousia) 2. Garansi Penyertaan bersifat kekal. “…dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" Pada saat seseorang mengabdikan diri dalam panggilan Tuhan untuk “penginjilan,” Tuhan bertanggung jawab atas panggilan-Nya. Sebuah analogy yang dipakai oleh Rasul Paulus dalam 2 Timotius 2:4 “Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. Seorang komandan tidak akan bertanggung jawab atas prajuritnya. Bagi seorang seorang prajurit hanya focus pada tugas dan panggilannya. Tuhan kita Yesus Kristus adalah “penguasa di Sorga dan di Bumi” dan Ia tidak lalai pada janji-Nya. Ia akan membuktikan pemeliharaanNya dan penyertaanNya kepada para murid dalam melakukan tugas pelayanan penginjilan sampai keabadian. Amin

Kuasa Melakukan Amanat Agung (Matius 28:17-20; Kisah Para Rasul 1:8)

Rabu, 28 November 2018

RPS TAFSIR PB


RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

PTTAK
:
STT KADESI BOGOR
Program Studi
:
Teologi

Mata Kuliah
:
Tafsir Perjanjian Baru
Bobot/Sks
:
2 Sks
Kode Mata Kuliah
:

Sifat
:
  1. Konseptual/teoritik


  1. Seminar/praktikum


  1. Praktik lapangan
Pra-Syarat
:

Semester
:
IV (Empat)
Periode Kuliah
:
Jan-Jun 2017
Jumlah Pertemuan Tatap Muka
:
16 Kali, @ 100 Menit
Jadwal Kuliah
:
Hari Selasa
Ruang
:
Tiranus
Dosen Pengampu
:
Pdt. Elia Umbu Zasa, M.Pd.K





A.    TUJUAN
Mahasiswa memiliki pemahaman tentang teori hermeneutic yang baik
Mahasiswa mengerti bagaimana proses penyelidikan yang baik dan benar untuk mengkomunikasikan Firman dengan efektif
Mahasiswa dapat menjadi komunikator yang baik   

B.     DESKRIPSI

Mempelajari langkah-langkah yang benar dalam penyelidikan secara induktif untuk menghasilkan penafsiran yang baik dan benar sesuai dengan maksud Tuhan dan maksud penulis. Eksposisi yang baik menghasilkan kebenaran objektif bagi pembaca atau pendengar.
Mahasiswa diharapkan menjadi figur yang berwibawa dan menjadi teladan dalam berpenampilan yang sopan dan beretika yang baik dalam mengkomunikasikan Firman
Mahasiswa menyadari dan mengerti bahwa tugas pelayanan mimbar (berkhotbah) adalah tugas yang melayani Tuhan secara vertikal dan melayani sesama manusia secara horisontal.


C.    CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN (KOMPETENSI LULUSAN)

1.      Mampu menyelidiki kebenaran secara objektif
2.      Memahami prinsip-prinsip penafsiran yang baik (metode induktif)
3.      Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya
4.      Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur.
5.      Menunjukkan sikap bertanggung jawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri


  1. CAPAIAN PEMBELAJARAN  MATA KULIAH
Kemampuan-kemampuan yang harus dikuasai oleh mahasiswa setelah menyelesaikan mata kuliah ini adalah:

M1.  Mahasiswa mampu menjelaskan Alkitab dengan baik (KU9,   
         KK4);
M2. Mahasiswa mampu merumuskan kebutuhan pendengar/jemaat dan menyusun   hipotesa penelitian (yang menjadi topic) dalam tubuh khotbah (P3,KU1,KK4);
M3.   Mahasiswa mampu menjelaskan berbagai jenis metode penafsiran (KK4);
M4. Mahasiswa mampu mengumpulkan, mengolah garis besar khotbah dan menginterpretasi hasilnya secara logis dan sistematis (S9, KU1);
M5. Mahasiswa mampu menyusun garis besar khotbah dan mengkhotbahkan dengan efektif (S9, KU2, KU9).
M6. Memahami prosedur berkhotbah yang baik


  1. MATERI (BAHAN KAJIAN)

Materi-materi yang akan dikaji pada mata kuliah ini adalah
1.                  L1 Mahasiswa mampu menjelaskan tentang Pengetahuan, metode penafsiran & etika dalam berkhotbah (M1)
2.                  L2 Mahasiswa mampu menyelidiki kebenaran baik secara historical, grammatical, tektual dan kontekstual (M2)
3.                  L3 Mahasiswa mampu menjelaskan berbagai metode penafsiran (M3)
4.                  L4 Mahasiswa mampu mendisain penyelidikan serta merancang
Garis besar khotbah yang menjawab kebutuhan umat (M3, M4)
5.                  L5 Mahasiswa mampu menjelaskan kebenaran mutlak Firman Tuhan yang disampaikan (M4)



  1. KEGIATAN PEMBELAJARAN (STRATEGI)

Pembelajaran akan dilakukan dengan strategi student active learning. Mahasiswa difasilitasi untuk  aktif mencari, menemukan dan memperoleh berbagai konsep dan atau teori tentang ilmu berkhotbah. Untuk memenuhi kondisi tersebut, ada 4 kegiatan utama yang akan dilaksanakan dalam perkuliahan:
1.                  Presentasi (penyajian) materi oleh dosen. Dosen mempresentasikan materi di 2-3 kali pertemuan pertama. Materi yang dipresentasikan adalah kontrak kuliah, garis besar keseluruhan konsep/materi yang akan dipelajari dalam satu semester. Pembagian tugas (individu dan kelompok) juga diinformasikan dan disepakati pada pertemuan ke-1 sampai dengan ke-2. Dosen menyampaikan pembasasan secara garis besar (highligt) keseluruhan materi yang akan dibahas dalam satu semester. Pada setiap diskusi kelas dosen juga mempunyai kewajiban untuk menyajikan paparan sebagai klarifikasi dan sekaligus penguatan terhadap konsep/materi yang dibahas dalam diskusi kelas.
2.                  Penugasan. Selama perkuliahan satu semester, ada tugas yang harus dibuat oleh mahasiswa, mencakup penugasan membuat garis besar khotbah, membuat resume khotbah dalam ibadah kapel dan tugas studi kasus.
3.                  Diskusi kelas. Setiap mahasiswa dalam aktif dalam diskusi kelas dengan tujuan untuk menajamkan pemahaman dan pengertian tentang khotbah Alkitabiah.

  1. TUGAS/TAGIHAN
Ada 3 tugas (sebagai tagihan) yang harus dikerjakan dan diserahkan oleh mahasiswa, selama mengikuti perkuliahan, yaitu:
1.                  Menyelidiki Alkitab secara rutin. Mahasiswa diberi tugas melakukan penyelidikan berdasarkan procedure yang baik dan benar (hermeneutic) sesuai ayat yang diintrukan dosen dan mengumpulkan  tiap kali pertemuan
2.                  Melakukan Simulasi. Setiap mahasiswa ditugaskan untuk melakukan penyelidikan terhadap teks Alkitab atau perikop tertentu yang sesuai dengan gerakan Roh Kudus oleh mahasiswa, kemudian disusun menjadi satu bahan khotbah yang siap untuk di komunikasikann.
3.                  Membuat resume khotbah. Mahasiswa diharapkan membuat resume khotbah yang diikuti dalam kebaktian kapel stt kadesi setiap hari kamis dan mendalami serta memberi tanggapan dengan tujuan membangun dan mengembangkan diri.



  1. PENILAIAN

Metode/teknik penilaian:
·         Tes tulis
·         Penilaian kinerja

Instrumen penilaian:
·         Soal tes tulis
·         Rubrik penilaian khotbah
·         Lembar penilaian kinerja (resume khotbah)

Komponen dan bobot penilaian:
1.      Tugas membuat Garis Besar Khotbah            15%
2.      Performance presentasi Khobah                     15%
3.      Ujian tengah semester                                     15%
4.      Ujian akhir semester                                        15%
5.      Tugas Resume Khotbah Kapel                       20%
6.      Kehadiran                                                       20%

  1. PERATURAN (TATA TERTIB)
1.                  Mahasiswa hadir dalam perkuliahan tatap muka minimal 80% dari jumlah pertemuan ideal (lihat aturan akademik universitas).
2.                  Setiap mahasiswa harus aktif dan partisipatif dalam perkuliahan.
3.                  Dosen dan Mahasiswa tiba di kelas tepat waktu sesuai dengan waktu yang ditetapkan/disepakati.
4.                  Ada pemberitahuan jika tidak hadir dalam perkuliahan tatap muka.
5.                  Selama perkuliahan berlangsung, HP dalam posisi off atau silent.
6.                  Meminta izin (dengan cara mengangkat tangan) jika ingin berbicara, bertanya, menjawab, meninggalkan kelas atau keperluan lain.
7.                  Saling menghargai dan tidak membuat kegaduhan/gangguan/ kerusakan dalam kelas.
8.                  Tidak boleh ada plagiat dan bentuk-bentuk pelanggaran norma lainnya.

  1. SUMBER (REFERENSI)